Showing posts with label Ingin. Show all posts
Showing posts with label Ingin. Show all posts

Personil Westlife ingin Naik Becak di Jakarta

Kota Jakarta dengan segala hiruk-pikuk kehidupannya bukan lagi menjadi barang baru bagi boyband asal Irlandia, Westlife.

Pasalnya, semenjak kunjungannya ke Jakarta dalam rangka konser pada 2000, 2001, dan 2006 silam, Westlife yang kini berformasikan Nicky Byrne, Kian Egan, Mark Feehily, dan Shane Filan, mengaku punya kedekatan emosi dengan kota yang memiliki jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa itu.

“Mereka (Westlife) sangat sayang sama Indonesia, di Facebook mereka ada satu posting dalam bahasa Indonesia,” kata perwakilan promotor sekaligus event organizer Marygops Studio, Shaane Harjani, dalam wawancara di Tribeca, Sudirman Citywalk, Jakarta, Rabu (20/7/2011).

Saat berkunjung ke Indonesia pada 5 Oktober 2011 nanti, Westlife yang akan menggelar konser “Gravity Tour 2011? di Istora Senayan, Jakarta, juga direncanakan akan berkeliling Ibu Kota.

“Semoga kami bisa ajak mereka untuk tur keliling Jakarta naik becak sekalian kasih lihat Indonesia seperti apa,” kata Shanee.

Kalau pun jadi berkeliling menggunakan kendaraan beroda tiga itu, Westlife tentu akan dikawal bodyguard. “Mereka akan bawa bodyguard sendiri, ditambah bodyguard dari kami,” tutur Shanee.

Ingin Merubah tampilan menjadi Emo style?

Emo sejatinya gaya rambut yang tehnik pemotongannya memanjangkan rambut bagian depan agar salah satu sisi muka tertutup. Jadi istilahnya model rambut untuk "pemalu" karena sisi mukanya tertutup. Efek misterius betul - betul diwujudkan dalam style emo haircuts ini. Seperti harajuku maka agar roh emo makin kuat bisa pula muka kita ditambahi aneka piercing dan make up yang kesannya gothic. Yang membedakan gaya model rambut emo dan harajuku adalah efeknya. Rambut emo cenderung menimbulkan kesan misterius dan tertutup, sedangkan harajuku sangat ramai dan ceria.











Ingin Jadi Psk Profesional, Bersekolahlah di Sini

Hanky Panky School, Sekolah PSK di belanda

Seorang mantan germo di Belanda mendirikan sekolah untuk prostitusi. Namanya cukup keren, Hanky Panky School. Kurikulumnya disusun sedemikian rupa agar para lulusannya bisa menjalankan profesinya lebih profesional, lebih banyak menghasilkan uang dan akhirnya bisa lebih awal ‘pensiun’ dengan bekal materi yang cukup.


Elene Vis, 43, yang sebelumnya heboh gara-gara buku autobiografinya Escort Queen with Turbopower, membuka sekolahnya di Amsterdam beberapa waktu lalu yang menawarkan ilmu pemasaran eksklusif. “Anda bisa menyebutnya teknik pemasaran. Anda harus punya ketrampilan menjual, tak peduli yang Anda jual tubuh sendiri atau peralatan rumah tangga. Prinsipnya tetap saja sama,” kata Elene.

Belanda yang melegalkan industri seks membuat distrik-distrik lampu merah di ibu kota menjadi tujuan utama wisatawan dalam dan luar negeri serta menghasilkan jutaan euro per tahunnya. Sektor ini juga penyumbang pajak yang cukup besar bagi negara. Elene mengatakan bahwa para pekerja seks komersial yang bekerja lewat agensinya bisa berpenghasilan sampai 6000 euro per bulannya, atau sekitar Rp58 juta, dengan hanya 40 jam kerja. Itulah sebabnya ia lalu mendirikan sekolah tersebut. “Kami memberikan training untuk mendapatkan hidup yang lebih baik dan uang lebih banyak dari pekerjaan mereka,” katanya.


Dengan biaya 450 euro per orang para ‘murid’ akan diberi perlajaran dalam bentuk tutorial dan video presentasi tentang berpikir positif dan teknik-teknik bercinta, termasuk ajaran Kama Sutra. Selain dirinya sendiri, Elene juga menyewa tenaga pengajar lainnya untuk subyek yang berbeda, seperti bagaimana berpakaian yang seseuai. “Intinya setiap orang bisa jadi cantik, dengan menonjolkan kekuatan dan menutupi kelemahan Anda. Anda harus sadar seperti apa penampilan Anda di mata orang lain,” tambahnya.


Menurut Elene, cara berpikir positip dan rasa percaya diri amat penting untuk membuat klien lebih betah dan menghabiskan waktu lebih lama. “Seks 10 menit tidak akan menghasilkan banyak uang,” katanya. Prostitusi telah menjadi profesi legal di Belanda sejak 1988. Mereka mulai membayar pajak pendapatan sejak tahun 1996 dan rumah prostitusi atau brothel mulai dinyatakan legal sejak 2001.




View the original article here